Home » Ekonomi & Bisnis

MENIMBANG PROSPEK PASAR KONSTRUKSI 2014

20 January 2014 No Comment

Jakarta, 16 Januari 2014 (Business News)

Pasar konstruksi nasional pada tahun 2014 ini diperkirakan mencapai Rp407 triliun. Dengan demikian, pertumbuhan konstruksi di Indonesia dari tahun ke tahun telah melebihi pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum, perkembangan pasar konstruksi nasional sejak 2012 menunjukkan terus mengalami peningkatan cukup signifikan. Pada 2012 diperhitungkan mencapai sekitar Rp284 triliun. Kemudian pada tahun lalu meningkat hingga sekitar Rp369 triliun. Karenanya, untuk tahun ini diperkirakan mencapai Rp407 triliun.
Dalam data itu juga dijelaskan, untuk ketersediaan material dan peralatan konstruksi di Indonesia masih didominasi di Jawa. Maka, yang harus menjadi perhatian pemerintah dan pelaku usaha adalah bagaimana agar pembangunan infrastruktur dapat merata dilaksanakan di seluruh Tanah Air.
Sementara terkait pelaku jasa konstruksi nasional, saat ini kontraktor Indonesia berjumlah 117.042 dan konsultan berjumlah 4.414. Namun, sebagaimana terjadi sebelumnya, hingga kini badan usaha dengan kualifikasi besar masih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan yang kualifikasi kecil maupun sedang.
Untuk itu pemerintah bersama dengan asosiasi kontraktor Indonesia yang terhimpun dalam Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) harus memberikan ruang lebih besar kepada kontraktor kecil dan sedang untuk naik kelas. Dengan demikian, persaingan di industri konstruksi akan lebih terbuka dan adil.
Kementerian PU juga mencatat kesiapan tenaga kerja konstruksi, di mana tenaga ahli hanya berjumlah 10 persen, tenaga terampil 30 persen, dan kelompok buruh kasar 60 persen. Ini pun menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan Gapensi untuk meningkatkan kecakapan dan ketrampilan para pekerja di sektor konstruksi. Apalagi tak lama lagi akan berlaku kesepakatan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai awal 2016. Kalau pekerja konstruksi lokalĀ  tidak siap, maka pasar mereka akan tergerus oleh masuknya pekerja konstruksi asing.
Maka, jika dalam rangka meningkatkan kinerja pada tahun 2014, pemerintah melalui Kementerian PU meminta seluruh paket kontrak tahun tunggal Tahun Anggaran 2014 dapat terselesaikan paling lambat akhir Maret 2014. Sementara untuk kontrak tahun jamak yang memiliki waktu lebih lama dalam prosesnya diberikan sedikit kelonggaran batas penyelesaian.
Pada tahun 2014 ini, Kementerian PU mendapatkan anggaran senilai Rp84,14 triliun, kurang dari kebutuhan riil di lapangan yang berdasarkan usulan Kementerian PU sebesar Rp110 triliun. Untuk menutupi gap tersebut, maka harus disusun daftar prioritas program yang nantinya bisa dibiayai dari dana sisa lelang atau apabila ada perkembangan baru.
Dengan perbaikan ekonomi secara bertahap, maka tumpuan pembiayaan sektor konstruksi tidak lagi ke pemerintah, melainkan juga ke sektor swasta. Para pengusaha konstruksi bisa mengandalkan pada kemampuan keuangan sendiri (self financing), namun juga bisa melalui pembiayaan oleh sektor perbankan dalam bentuk kredit investasi dan kredit modal kerja. Mereka pun masih bisa menggali dana dari pasar modal dengan cara menerbitkan obligasi atau saham.
Banyaknya opsiĀ  untuk menggali dana memberikan kemudahan bagi pengusaha konstruksi dalam merencanakan pengembangan bisnisnya. Pemerintah hanya memberikan iklim investasi dan bisnis yang positif atau kondusif. Permintaan jasa konstruksi diperkirakan masih akan tetap cukup tinggi seiring dengan komitmen pemerintah untuk membangun dan memperbaiki infrastruktur fisik.
Hampir sebagian besar pembangunan pondasi infrastruktur fisik membutuhkan jasa konstruksi. Proyek infrastruktur dasar bisa berasal dari pemerintah pusat atas beban APBN, juga pemerintah daerah atas beban APBN, serta dari sektor swasta atas beban keuangan sendiri atau lembaga pembiayaan.
Yang terjadi di lapangan, pemerintah sebagai pemilik proyeksi infrastruktur dasar biasanya mengajak mitranya dari sektor swasta untuk menggarap proyek baik untuk jasa konstruksi maupun pembangunan fisik lainnya. Keterbatassan anggaran pemerintah pusat dan daerah memberikan ruang dan kesempatan bagi swasta untuk menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah pusat dan daerah.
Dengan asumsi pasar konstruksi tahun ini sebesar Rp407 triliun, tentu ini merupakan pasar yang cukup besar dan menggairahkan bagi kalangan pelaku sektor konstruksi. Untuk itu, kesiapan sumber daya kapital, sumber daya manusia, dan teknologi menjadi penting untuk dilakukan agar pasar konstruksi yang atraktif tadi dapat dikelola oleh para kontraktor domestik.
(Rk)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.